ARTIKEL TENTANG
KEBAHASAAN
PenggunaanBahasa
Indonesia dalamkehidupansehari-hari
Bahasa adalah bunyi yang keluar dari alat ucap manusia,
merupakan ujaran
yang bermakna, merupakan sebuah system lambang yang digunakan oleh sekelompok orang untuk bekerjasama dan bertukar fikiran untuk mendapat informasi, untuk saling mengeluarkan gagasan tentang apa yang
ada difikirannya, bahasa juga digunakan sebagai alat pemersatu bangsa.
Menurut para ahli
(Abdul Chaer:2007,33) Bahasa mempunyai ciri dan hakikat yakni bahasa itu sebuah sistem yaitu bahasa tersusun secara berpola dan teratur,
bahasa itu unik maksudnya bahasa memiliki ciri khas masing-masing,
ciri khas itu bisa dilihat dari nada maupun lengkong pengucapan bahasa itu sendiri, bahasa itu arbitrer yaitu manasuka, berubah-rubah dan tidak tetap,
bahasa itu bermakna yaitu mempunyai arti, bahasa itu bunyi, maksudnya bunyi yang
keluar dari alat ucap manusia, bahasa itu lambang. Selain itu, bahasa bersifat konvensional artinya dipatuhi,
maksudnya jika masyarakat bahasa telah mematuhi bahwa binatang berkaki dua yang
sering berkokokdinamakan ayam, maka seluruh masyarakat bahasa mematuhinya,
bahasa bersifat manusiawi, karena itu bahasa hanya dimiliki oleh manusia, jika ada hewan
yang
dapat berkomunikasi dengan manusia itu karena hewan terbiasa berada diantara lingkungan manusia,
hewan hanya memiliki naluri atau insting tidak memiliki alat ucap karena itu hewan dikatakan tidak bisa berbahasa layaknya seperti manusia.
Kemudian bahasa itu universal artinya bahasa itu memiliki ciri-ciri
yang sama, meskipun bahasa itu unik yaitu memiliki ciri khas masing-masing tapi sebenarnya bahasa memiliki ciri
yang sama, misalnya barang yang berkaki empat yang sering dipakai di
Sekolahan untuk belajar, jika di Indonesia dinamakan meja, jika di
Inggrisdinamakan table, nach kedua-duanya sama-sama berkaki empat,
biarpun berbeda nama tapi ciri-cirinya sama. Bahasa itu dinamis artinya menyesuaikan sesuai perkembangan zamannya,bahasa itu bervariasi yaitu bermacam-macam,
bahasa itu produktif yaitu selalu menghasilkan bahasa-bahasa baru misalnya zaman sekarang sedang musimnya bahasa alay seperti cius dan miapa,
yang seharusnya menurut KBBI serius dan demi apa. Bahasa
Indonesia memiliki tiga buah status, yaitu sebagai bahasa nasional,
sebagai bahasa persatuan,
dan sebagai bahasa negara.Sebagai bahasa nasional artinya bahasa Indonesia
adalah lambang kenasionalan bangsa dan negara Indonesia, disamping Lagu Kebangsaan Indonesia
dan Bendera Kebangsaan yaitu Sang Saka atau Sang Merah Putih.
Sebagai bahasa persatuan, artinya bahasa Indonesia adalah satu-satunya bahasa yang
menjadi alat komunikasi verbal yang
tersebar luas dari sabang sampai merauke. Kemudian sebagai bahasa negara, artinya bahasa
Indonesia adalah satu-satunya bahasa yang
harus digunakan dalam menjalankan administrasi kenegaraan atau kegiatan-kegiatan yang
bersifat nasional Indonesia. (Abdul Chaer,2011:1).
Fenomena
lunturnya penggunaan bahasa Indonesia dapat kita temui yaitu sekarang jika kita
berkunjung ke tempat wisata-wisata yang cukup besar, bahasa Indonesia itu hanya
50% digunakan, sedangkan 50%nya lagi sudah digantikan dengan bahasa Inggris.Hal
ini menunjukkan sebuah gambaran kepada kita, betapa menurunnya rasa
nasionalisme dan kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat
kita. Rendahnya minat generasi muda untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan
baik dan benar, juga merupakan sebuah tantangan yang kedua yang dapat
melunturkan bahasa Indonesia. Sering kita dengar di sekitar kita bahwa sekarang
para generasi muda lebih suka menggunakan bahasa Inggris. Misalnya seseorang
bertanya "Hay apa kabar?" lalu lawan bicaranya menjawab “Fine”. Dari
percakapan sederhana seperti itu saja untuk menjawab kabar baik harus dengan
bahasa Inggris. Apa susahnya jika kita menjawab dengan bahasa Indonesia. Ada
yang mengatakan kalau tidak memakai bahasa Inggris tidak keren atau kata anak
zaman sekarang tidak gaul, padahal belum tentu yang diucapkannya itu sudah benar.
Oleh karena itu, bahasa Indonesia perlu untuk kita lestarikan dalam kehidupan
sehari-hari. Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan menumbuhkembangkan budaya
kesadaran berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dari diri kita
sendiri. Proses pembiasaan akan berlangsung secara maksimal jika didukung
dengan lingkungan yang bersifat mendukung atas penggunaan bahasa Indonesia
tersebut. Lingkungan yang mendukung misalnya sekolah-sekolah formal harus
sering mengadakan suatu kegiatan dalam usahanya melestarikan bahasa Indonesia
misalnya dengan mengadakan lomba menulis, membuat puisi, membuat artikel yang
dapat dikemas dalam suatu perayaan bulan-bulan kebahasaan seperti Bulan Bahasa,
bulan Chairil dan lain-lain. Dengan kegiatan tulis menulis seperti itu membuat
para generasi muda lebih mengerti bagaimana cara memakai bahasa Indonesia
dengan benar, mengerti kenapa bahasa Indonesia itu perlu dilestarikan dan yang
paling penting kita semua bisa menghargai bahasa Indonesia. sebagai warga
Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sehingga
orang yang mendengar ucapan kita dapat meniru sesuai apa yang kita ucap. Tapi
apabila sebaliknya kita yang sebagai warga negara Indonesia tidak menggunakan
bahasa Indonesia dengan benar sudah pasti yang mendengarnya pun akan mengikuti
ucapan tersebut. Dikarenakan orang berkewarganegaraan asing Seperti “seorang
anak kecil, pasti akan meniru ucapan orangtuanya. Apabila yang diucapkan
orangtuanya kata-kata yang kurang baik dan didengar oleh anaknya maka anaknya pasti
akan meniru kata-kata tersebut dan begitu pun sebaliknya”. Kendala lainya yaitu
masih adanya anggapan negatif yang kurang mendukung keberadaan bahasa
Indonesia, diantaranya menganggap Bahasa Indonesia ada secara alamiah,
menganggap Bahasa Indonesia itu mudah, dan menganggap Bahasa Indonesia lebih
rendah daripada Bahasa Asing. Tentunya hal ini
tidak hanya di kalangan remaja
bahkan di semua kalangan. Penggunaan bahasa gaul yang saat ini lebih diminati
seharusnya digunakan pada saat tertentu saja sehingga penggunaan bahasa
Indonesia tidak mendapat gangguan dari bahasa gaul. Kebiasaan-kebiasaan serta
anggapan-anggapan yang negatif tentang bahasa Indonesia perlu dihindari.
Hadirnya bahasa gaul tidak dilarang pemakaiannya, hanya saja yang perlu
diperhatikan adalah jangan mencampurkan penggunaan bahasa gaul serta asing ke
dalam percakapan bahasa Indonesia. Apabila hal ini dilakukan dengan kesungguhan
serta kesadaran maka bisa dipastikan Bahasa Indonesia akan menjadi salah satu
bahasa yang di kenal dunia dan hanya menunggu waktu saja.
Daftarpustaka